Kamis, 22 Desember 2011

Terapi Gelombang Otak

Terapi Gelombang Otak atau brainwave entrainment adalah terapi yang menggunakan teknologi gelombang otak. Salah satu metode teknologi gelombang otak yang banyak digunaan dan telah terbukti kebenarannya adalah metode stimulasi audio.
Melalui stimulasi audio, getaran suara tertentu yang didengar telinga akan menggetarkan otak. Lalu, otak akan memproduksi gelombang yang frekuensinya sama dengan frekuensi suara tersebut. Jika dianalogikan, hal ini sama saja dengan hukum fisika pada dua garpu tala (alat berbentuk seperti garpu yang akan bergetar pada frekuensi tertentu jika dihentakkan pada suatu benda).
Jika ada dua garpu tala yang senada, getarkan salah satu garpu tala (T1).Lalu, dekatkan ke garpu tala lain yang diam (T2) tanpa menyentuhnya. Secara otomatis, garpu tala yang diam akan bergetar (beresonansi) dengan nada yang sama.
Pola ini sama dengan yang terjadi pada otak manusia. Setiap tingkat gelombang otak manusia juga mampu beresonansi (turut bergetarnya benda karena pengaruh getaran gelombang elektromagnetik luar). Dengan demikian, otak dapat dirangsang untuk menghasilkan gelombang tertentu sesuai kebutuhan. Contohnya, untuk meningkatkan kemampuan berpikir, ingatan, meditasi, aktivitas supernatural, mengobati autis, susah tidur, menyembuhkan sakit, mengembalikan vitalitas, dan sebagainya.
Stimulasi audio gelombang otak dapat dilakukan dengan dua metode, yaitu binaural beat dan monaural beat. Beat adalah beberapa frekuensi getaran nada yang dimainkan naik atau turun secara bersamaan. Kemudian, terbentuklah gelombang tunggal yang biasanya dikenal sebagai dua nada atau lebih. Binaural beat dan monaural beat terjadi sebagai hasil penjumlahan dua gelombang yang sangat dekat itu. Artinya, keduanya menambah dan mengurangi jumlah frekuensi satu sama lain.
a. Binaural Beat
Binaural beat adalah respon auditori batang otak yang berasal dari inti sel masing-masing belahan otak. Binaural beat pertama kali ditemukan pada 1839 oleh peneliti Jerman, H. W. Dove. Awalnya, Binaural beat dianggap sebagai bentuklain dari monaural beat. Namun, pada penelitian lebih lanjut, ditemukan bahwa Binaural beat sebenarnya dihasilkandi dalam otak itu sendiri. Ketika otak menerima sinyal yang berbeda dari setiap telinga, otak akan menggabungkan dua sinyal tadi untuk menciptakan hasil yang sama. Seolah-olah, kedua nada tadi benar-benar bermain bersama. Keunikan inilah yang membuat Binaural beat lebih sering dipilih dari pada monaural beat.  
Terapi gelombang otak dengan Binaural beat harus memperhatikan nada terendah dannada tertinggi. Nada yang terendah disebut carrier, nada tertinggi disebut offset, dan perhitungan dari keduanya disebut waveform sum. Misalnya, saat melakukan terapi gelmbang otak, telinga kiri mendengarkan gelombang yang naik turun pada kisaran 200 Hz (offset). Sedangkan, otak kanan mendengarkan gelombang yang naik turun pada frekuensi 180 Hz (carrier). Jadi, kisaran gelombang yang sedang didengar adalah 200 Hz - 180 Hz = 20 Hz (waveform sum). 
Perbedaan nada gelombang tertinggi dan terendah (waveform sum) harus kurang dari 25 Hz. Angka ini adalah batas kemampuan otak dalam membedakan dua gelombang yang ditankap telinga. Jika selisih antara dua gelombang lebih dari 25 Hz, otak akan menganggap kedua gelombang itu berfrekuensi sama atau tunggal. Akibatnya, efek terapi tidak tercapai.
b. Monaural Beat
Monaural beat diproduksi hampir disetiap frekuensi (bahkan diluar 900 Hz). Ia juga dapat dirasakan jika kedua gelombang yang diterima otak dipisahkan oleh frekuensi nada lebih dari 25 Hz.
Apabila dibandingkan dengan binaural beat, monaural beat jauh lebih baik. Yakni, monaural beat tidak mengalami banyak keterbatasan karena tidak memerlukan otak untuk memproses kembali frekuensi yang diterimanya. Akan tetapi, monaural beat tetap memiliki beberapa kelemahan juga.
- agar monaural beat tetap bisa mempertahankan efeknya, nada harus memiliki amplitudo yang sama.
- gar monaural beat dapat menstimulasi otak secara baik (signifikan), monaural beat harus berada pada volume yang cukup keras bagi si pendengar untuk bisa menangkap modulasi (proses perubahan gelombang agar sinyal bisa membawa informasi) yang seharusnya.
Meskipun memiliki kelemahan, monaural beat sangat efektif dalam menstimulasi otak dan memiliki keuntungan tambahan, salah satunya adalah adanya daya hipnotis.

salam
Hudori